Waka MPR Ajak Generasi Muda Berperan Aktif dalam Sektor Pangan dan Energi

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), baru-baru ini mengadakan audiensi dengan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Acara ini bertujuan untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada generasi muda yang tengah menempuh pendidikan tinggi.
Ibas menyatakan kebanggaannya terhadap para mahasiswa tersebut dan mengungkapkan harapannya untuk masa depan mereka. Dia menekankan bahwa kesempatan yang mereka miliki saat ini bukanlah sesuatu yang biasa, melainkan merupakan langkah awal yang sangat berarti dalam perjalanan hidup mereka.
“Setiap individu pasti memiliki kesempatan pertama dalam hidupnya. Manfaatkanlah momen ini sebaik-baiknya untuk belajar, beradaptasi, dan mencetak prestasi,” ujar Ibas dalam keterangannya pada Kamis, 9 April 2026.
Ia juga mengajak para mahasiswa untuk merenungkan makna kehadiran mereka di Gedung DPR/MPR, yang merupakan simbol negara yang berfungsi untuk melayani rakyat. Ibas menegaskan bahwa Indonesia, dengan segala keberagaman suku, budaya, dan wilayahnya dari Sabang hingga Merauke, adalah sebuah kekuatan yang harus dijaga dan diperkuat bersama.
Di tengah situasi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian, Ibas mengingatkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dalam suasana yang lebih stabil. Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik agar mereka dapat berkontribusi pada kemajuan bangsa.
“Di tangan kalianlah masa depan bangsa ini akan berlanjut. Negara memberikan kepercayaan melalui program KIP-K dan berbagai beasiswa pendidikan. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi sebuah investasi untuk masa depan bangsa,” tegasnya.
Selain itu, Ibas menyoroti pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi di antara mahasiswa dari berbagai daerah dan disiplin ilmu. Ia menganggap keberagaman latar belakang, yang mencakup sektor energi, pertanian, komunikasi, hingga teknologi, sebagai kekuatan yang saling melengkapi dalam menghadapi tantangan yang dihadapi bangsa ini.
Lebih jauh, ia memberikan pesan yang kuat kepada para mahasiswa agar tidak merasa kecil karena keterbatasan yang mereka miliki.
“Jangan pernah merasa kecil atas segala keterbatasan. Buktikan bahwa kalian mampu menjadi individu hebat yang membawa perubahan,” kata Ibas.
Ibas mendorong generasi muda untuk mengambil peran aktif sebagai bagian dari solusi, terutama di sektor-sektor strategis seperti energi, pangan, dan teknologi. Ia menekankan betapa pentingnya inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dalam menjawab berbagai tantangan di era modern ini.
“Kita sangat membutuhkan inovator muda yang mampu menciptakan solusi di bidang energi bersih, memperkuat ketahanan pangan, serta memanfaatkan teknologi secara produktif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dengan semangat dan tekad yang tinggi, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Di tangan mereka, harapan dan keyakinan untuk kemajuan bangsa ini dapat terwujud melalui kontribusi nyata dalam sektor pangan dan energi.
Generasi muda memiliki potensi yang sangat besar untuk berinovasi dan menciptakan solusi yang dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan pemanfaatan energi yang lebih efisien. Dengan dukungan pendidikan dan kesempatan yang tepat, mereka dapat menjadi pilar kekuatan bangsa.
Ibas berharap agar mahasiswa tidak hanya berfokus pada studi akademis, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam proyek-proyek yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dan kerja sama, mereka dapat menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan di sektor pangan dan energi.
Akhirnya, Ibas menekankan kepada generasi muda bahwa masa depan Indonesia ada di tangan mereka. Dengan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada dan berkolaborasi dengan sesama, mereka dapat menciptakan perubahan yang signifikan bagi bangsa dan negara. Dalam upaya ini, kehadiran generasi muda di sektor pangan dan energi akan sangat menentukan arah pembangunan Indonesia ke depan.
➡️ Baca Juga: Agentic AI Bakal Gantikan Pekerjaan Kita? Ini Faktanya
➡️ Baca Juga: Alasan John Herdman Tidak Memanggil Thom Haye ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026




