depo qris slot qris
berita

Final Dai dan Daiyah Piala Gubernur Jakarta di Balai Kota, Melahirkan Pendakwah Muda Berpotensi

Jakarta – Babak final Kompetisi Dai dan Daiyah Masa Depan Piala Gubernur Jakarta dihelat di Ruang Pola Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026. Acara ini dipandu oleh Agung Izzulhaq, seorang aktivis dakwah yang sudah dikenal luas, dan dihadiri oleh pelajar dari berbagai sekolah menengah di kawasan Jakarta.

Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari 55 sekolah, yang mencakup SMA negeri dan swasta, SMK negeri dan swasta, serta madrasah aliyah. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan berdakwah mereka sekaligus mengasah keterampilan berbicara di depan umum, suatu keahlian yang sangat penting dalam dunia pendidikan dan sosial.

Babak final dimulai pada pukul 10.00 WIB, di mana peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk dinilai oleh dewan juri. Anggota juri di tahap ini termasuk Dr. H. Herman, S.Ag., M.Si., yang menjabat sebagai Kasubkel Kegiatan Mental Spiritual Biro Dikmental Pemprov DKI Jakarta; H. Fathullah, MA, Kepala Tim Kerja Kemitraan Umat dan Dakwah Islam dari Kanwil Kemenag DKI Jakarta; Herni Ratih, S.Ag., Staf Teknis Tingkat Ahli Biro Dikmental Pemprov DKI Jakarta; serta Dr. Hj. Soimah, M.Pd.I., Analis Kebijakan Ahli Madya Kanwil Kemenag DKI Jakarta.

Pada babak grand final, penilaian dilakukan oleh dewan juri yang lebih berpengalaman, termasuk penceramah nasional Kasif Heer, Ketua Umum BMKT Nasional Syifa Fauzia, Herman, presenter Seera Safira, dan CEO Kautsar Motivatour Edvan M. Kautsar. Keberadaan juri-juri yang kredibel ini menambah bobot kompetisi dan memberikan pengakuan yang lebih besar terhadap para peserta.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat, panitia mengumumkan pemenang untuk dua kategori, yaitu putra dan putri. Dengan semangat yang tinggi, para peserta menunjukkan performa terbaik mereka, membuat keputusan dewan juri menjadi semakin menantang.

Untuk kategori putri, juara pertama diraih oleh Janitra Safaraz Tiutrisyoran dari MAN 9. Di posisi kedua ada Cellya Adisty Beatricia dari MAN 6, dan juara ketiga berhasil diraih oleh Sharla Nabila Ramadhina Nasution dari MAN 15. Selain itu, juara harapan pertama diraih oleh Shafa Zelia Saykha dari MAN 15, sementara Hadisty Nafiza Sabrina dari MAN 2 menjadi juara harapan kedua, dan juara harapan ketiga jatuh kepada Tazqiya Assyifa dari SMA PGRI 3.

Dalam kategori putra, Mahesa Kadavi dari SMKN 25 berhasil meraih juara pertama. Juara kedua diraih oleh Muchammad Ananda Alawy dari SMAN 30, sedangkan posisi ketiga ditempati oleh Muhammad Fadiel Fuad dari MAN 23 Al Azhar Asy-Syarif. Untuk juara harapan pertama, Prayogo Saputra Sun dari SMKN 1, juara harapan kedua diraih oleh Muhammad Hilmy dari SMAN 62, dan juara harapan ketiga jatuh kepada Akhtar Romi Hamizan dari MAN 4.

Kompetisi Dai dan Daiyah Piala Gubernur Jakarta ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga merupakan wadah yang strategis dalam melahirkan pendakwah muda berpotensi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan muncul generasi baru yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan berbicara yang baik dan dapat menyampaikan pesan-pesan dakwah dengan efektif.

Acara ini juga menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung pengembangan karakter dan keterampilan generasi muda. Melalui kompetisi ini, diharapkan para peserta tidak hanya bersaing untuk meraih juara, tetapi juga dapat saling belajar dan menginspirasi satu sama lain dalam meningkatkan kualitas dakwah di kalangan anak muda.

Dengan melihat antusiasme dan bakat yang ditunjukkan oleh peserta, kita dapat optimis bahwa masa depan dakwah di Indonesia akan cerah. Pendakwah muda berpotensi yang lahir dari kompetisi ini diharapkan dapat menjadi teladan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya, terutama dalam menghadapi tantangan zaman modern yang terus berkembang.

Kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus diadakan, karena memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dan mengekspresikan diri mereka dalam bentuk dakwah. Melalui proses ini, mereka tidak hanya belajar tentang isi dakwah, tetapi juga tentang bagaimana cara menyampaikan pesan tersebut dengan baik dan benar.

Di era digital saat ini, kemampuan berkomunikasi dan berdakwah dengan baik menjadi semakin penting. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, sangat diperlukan guna menciptakan lingkungan yang kondusif bagi berkembangnya pendakwah muda berpotensi. Dengan demikian, diharapkan akan muncul lebih banyak pendakwah yang mampu membawa perubahan positif di masyarakat.

Melihat keberhasilan kompetisi ini, diharapkan ke depan akan ada lebih banyak lagi inisiatif serupa yang bisa menggali potensi generasi muda. Selain itu, penting juga untuk memberikan fasilitas dan pelatihan yang memadai agar mereka dapat terus berkembang dan meningkatkan kemampuan dakwah mereka.

➡️ Baca Juga: Negara Ini Mengimplementasikan Pembatasan Energi untuk Kendaraan Listrik

➡️ Baca Juga: Klasemen Serie A: Inter Milan Memimpin Jarak 10 Poin atas AC Milan

Related Articles

Back to top button