depo qris depo 10k
bisnis

Mendorong Produktivitas dan Kemandirian Petani Sawit Perempuan Melalui Program Perkasa Triputra Agro Persada

Pengelolaan kebun sawit oleh perempuan kini mengalami transformasi yang signifikan menuju kemandirian. Di berbagai daerah penghasil minyak sawit, perempuan semakin aktif berperan dalam pengelolaan lahan mereka.

Salah satu inisiatif yang mendukung langkah tersebut adalah program dari PT Muaratoyu Subur Lestari, yang merupakan bagian dari PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP). Program ini dikenal dengan nama Pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (Perkasa).

Program Perkasa dirancang untuk meningkatkan kapasitas petani melalui pendekatan pembelajaran praktis di lapangan. Tujuannya adalah untuk mendorong produktivitas kebun para petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.

Ida Farida, seorang petani sawit dari Desa Mendik, Paser, Kalimantan Timur, mengungkapkan bahwa Program Perkasa telah memberikan pelatihan berharga mengenai pemilihan bibit, waktu pemupukan yang tepat, dan cara panen yang benar.

“Kesadaran akan pentingnya pengetahuan dalam keberhasilan kebun semakin meningkat, tidak hanya bergantung pada tenaga kerja,” kata Ida dalam keterangannya pada 23 April 2026.

Ida berbagi pengalaman bahwa sebelumnya ia sering memanen tandan buah segar (TBS) tanpa memahami tingkat kematangan yang seharusnya. Akibatnya, buah yang dipanen sering kali belum sepenuhnya matang, sehingga mengurangi harga jual saat dijual ke pabrik kelapa sawit.

“Sekarang saya baru menyadari bahwa buah sawit yang masih kecil tidak seharusnya dipanen dahulu. Dulu saya tidak tahu dan sembarangan memanen. Kini, saya lebih paham cara menentukan mana yang sudah layak dipanen, sehingga hasil yang didapatkan menjadi lebih optimal,” ujarnya.

Program pelatihan Perkasa menggabungkan 40 persen teori dasar dan 60 persen praktik langsung di lapangan secara intensif selama tiga hari. Dengan demikian, diharapkan para peserta dapat langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh, sehingga mereka kembali dengan kepercayaan diri untuk mengelola kebun mereka dengan lebih baik.

Syarifah, salah satu peserta pelatihan dari PT Gawi Bahandep Sawit Mekar, mengungkapkan bahwa banyak petani, termasuk perempuan, di desanya selama ini mengelola kebun sawit dengan cara yang sederhana akibat terbatasnya pengetahuan. Hal ini berdampak pada rendahnya produktivitas yang dihasilkan.

Dengan adanya Program Perkasa, kesadaran dan pengetahuan petani sawit perempuan mulai meningkat. Mereka kini memiliki akses untuk belajar dan menerapkan teknik-teknik yang lebih efisien dalam pengelolaan kebun.

Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung yang sangat berharga. Dalam waktu singkat, para petani dapat melihat perbedaan signifikan dalam cara mereka mengelola lahan.

Kegiatan dalam program ini mencakup teknik pemupukan yang tepat, pengelolaan hama, serta cara memaksimalkan hasil panen. Semua informasi ini disampaikan dengan cara yang mudah dipahami dan diterapkan.

Meningkatnya produktivitas petani sawit perempuan tidak hanya berdampak positif pada pendapatan mereka, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan keluarga dan masyarakat di sekitar mereka. Dengan pengetahuan yang diperoleh, mereka dapat berkontribusi lebih baik dalam ekonomi lokal.

Program seperti Perkasa sangat penting karena memberikan kesempatan kepada perempuan untuk terlibat aktif dalam sektor pertanian yang selama ini didominasi oleh laki-laki. Pemberdayaan ini tidak hanya menguntungkan individu, tetapi juga menciptakan ekosistem yang lebih sehat dalam industri kelapa sawit.

Dengan dukungan dari program-program yang berfokus pada pendidikan dan pelatihan, petani sawit perempuan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas mereka. Hal ini tentunya menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat dan industri secara keseluruhan.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, perempuan dapat menjadi agen perubahan dalam pengelolaan kebun sawit. Transformasi ini tidak hanya bermanfaat bagi mereka, tetapi juga bagi generasi mendatang.

Akhirnya, melalui program-program seperti Perkasa, harapan untuk meningkatkan produktivitas petani sawit perempuan bukanlah sekadar impian, melainkan sebuah kenyataan yang dapat dicapai dengan kerja keras dan dedikasi.

➡️ Baca Juga: Rahasia Chip A17 Pro iPhone 15 Pro Max Punya Core GPU Khusus Ray Tracing Buat Gaming Mantap

➡️ Baca Juga: Investasi RI dalam Kompleks Imam Bukhari Berbasis Teknologi Digital untuk Meningkatkan Ekonomi

Related Articles

Back to top button