Chery Siap Investasi Rp22 Triliun dan Libatkan 1.200 Insinyur untuk Kembangkan Baterai Mobil Listrik

Persaingan dalam industri mobil listrik di China semakin memanas. Chery Automobile kini berfokus pada pengembangan teknologi baterai generasi mendatang dengan rencana untuk memulai pengujian baterai solid-state pada tahun depan.
Langkah ini menunjukkan bahwa kompetisi di antara produsen mobil listrik tidak hanya berkisar pada desain, fitur, atau performa motor listrik semata. Teknologi baterai telah menjadi elemen krusial yang dapat menentukan seberapa jauh kendaraan dapat melaju dan seberapa cepat inovasi tersebut dapat diterima oleh konsumen.
Chairman Chery Automobile, Yin Tongyue, mengumumkan bahwa perusahaan akan mengalokasikan investasi sebesar 10 miliar yuan, setara dengan sekitar Rp22 triliun, dalam dua tahun ke depan untuk pengembangan teknologi baterai yang baru.
Selain investasi yang signifikan, Chery juga akan melibatkan sekitar 1.200 insinyur untuk mengembangkan teknologi tersebut.
Menurut Yin, Chery sedang menyiapkan beberapa pendekatan dalam pengembangan teknologi baterai. Perusahaan ini tidak ingin terburu-buru dalam menerapkan baterai solid-state ke dalam kendaraan produksinya sebelum memastikan bahwa teknologi tersebut memenuhi standar keselamatan yang diperlukan.
Pernyataan ini sangat penting mengingat baterai solid-state dianggap sebagai salah satu inovasi yang berpotensi mengubah lanskap mobil listrik.
Berbeda dengan baterai lithium-ion yang umum digunakan saat ini, baterai solid-state menggunakan elektrolit dalam bentuk padat. Teknologi ini berpotensi menawarkan kepadatan energi yang lebih tinggi dengan ukuran baterai yang relatif sama.
Bagi pengguna mobil listrik, kepadatan energi menjadi salah satu aspek yang krusial. Semakin banyak energi yang dapat disimpan dalam baterai, semakin jauh pula kendaraan tersebut dapat melaju tanpa perlu memperbesar ukuran baterai.
Teknologi ini juga dirancang dengan harapan untuk meningkatkan aspek keselamatan. Namun, perlu dicatat bahwa baterai solid-state juga menghadapi sejumlah tantangan.
Pengembangan baterai jenis ini masih terkendala oleh beberapa isu, seperti biaya produksi, proses manufaktur, umur pemakaian, dan kemampuan untuk memproduksinya dalam skala besar. Oleh karena itu, tahap pengujian menjadi sangat penting sebelum teknologi ini diterapkan pada produksi massal.
Chery sendiri belum memberikan indikasi bahwa semua model mobil listriknya akan langsung menggunakan baterai solid-state setelah pengujian dimulai pada tahun 2027.
➡️ Baca Juga: Sarjito Ditetapkan oleh DPR Sebagai Kepala Bursa Mineral dan Komoditas OJK
➡️ Baca Juga: Pasangan Temukan Jasad Wanita Paruh Baya Saat Bersih-Bersih Rumah, Meninggalkan Tulang



