depo qris depo 10k
berita

Abah Setu Minta Maaf atas Dugaan Penistaan Nabi Muhammad, Nasibnya Kini Dalam Ketidakpastian

Asep Setiawan, yang lebih dikenal dengan sebutan Abah Setu, akhirnya memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang dianggap menghina Nabi Muhammad. Pernyataan tersebut menjadi viral di media sosial dan menyulut kedatangan sejumlah warga ke majelisnya yang terletak di Kabupaten Bekasi.

Dalam sebuah sesi mediasi yang berlangsung di Markas Polres Metro Bekasi pada Kamis, 10 September 2026, Abah Setu menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan yang telah menimbulkan kontroversi dan kegelisahan di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa permohonan maaf Abah Setu disampaikan secara langsung dalam forum yang dihadiri oleh berbagai pihak.

“Asep Setiawan mengungkapkan rasa penyesalan atas ucapannya yang telah menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat,” ujarnya, sebagaimana dikutip pada Jumat, 11 September 2026.

Proses mediasi ini melibatkan berbagai elemen, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari organisasi kemasyarakatan.

Meskipun Abah Setu telah meminta maaf, pihak kepolisian belum menganggap permasalahan ini selesai. Mereka masih melakukan penggalian informasi dari berbagai pihak terkait untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.

“Kepolisian akan terus menyelidiki insiden ini, sambil memantau dan berkomunikasi dengan semua pihak guna memastikan situasi keamanan tetap stabil dan kondusif,” imbuhnya.

Polisi juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sepihak terkait video dan pernyataan yang beredar di publik.

“Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan,” tambahnya.

Sebelumnya, laporan mengenai video yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW telah menarik perhatian kepolisian, yang kemudian turun tangan untuk menangani keresahan masyarakat.

Video tersebut terkait dengan aktivitas yang berlangsung di Majelis Dzikir Nurul Hikam, yang berlokasi di Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Pada Senin malam, 7 September 2026, personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat hadir di lokasi ketika sejumlah warga mendatangi majelis tersebut untuk meminta klarifikasi mengenai video yang telah beredar.

“Polisi kemudian mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memperburuk situasi,” ujar Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto pada Rabu, 9 September 2026.

Warga diimbau untuk menyampaikan dugaan tindak pidana melalui jalur resmi kepolisian, dan situasi berangsur tenang, sehingga massa dapat membubarkan diri pada Selasa dini hari dalam keadaan aman dan terkendali.

➡️ Baca Juga: BMKG: Prediksi Hujan Ringan hingga Sedang di Bali Hari Ini, 31 Januari

➡️ Baca Juga: Syifa Hadju Tanggapi Kritikan Model Rambut Gagal di Resepsi dengan Tegas

Related Articles

Back to top button