Polisi Kembali ke Kampung Ambon dan Boncos Pasca Penggerebekan Narkoba, Apa yang Terjadi?

Jakarta – Polres Metro Jakarta Barat bersama Polda Metro Jaya melaksanakan program pendampingan psikologis atau trauma healing bagi masyarakat di Kompleks Permata, Kampung Ambon, Cengkareng, serta Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat.
Inisiatif ini diambil setelah aparat gabungan berhasil melakukan operasi pemberantasan narkoba yang mengakibatkan penangkapan terhadap 24 individu.
Pendampingan yang diberikan bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memulihkan rasa aman dan kenyamanan pasca operasi penindakan narkotik di wilayah mereka.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Polisi Nasriadi, menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek psikologis, tetapi juga mencakup layanan kesehatan dan imbauan kepada warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan sekitar mereka.
“Selain memberikan pendampingan psikologis, masyarakat juga menerima pelayanan kesehatan. Petugas memberikan imbauan agar warga saling menjaga, saling mengingatkan, dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” ujar Nasriadi pada Minggu (11/10/26).
Di Kampung Ambon, petugas berupaya mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan observasi langsung terhadap kondisi masyarakat setelah operasi berlangsung. Fokus utama diberikan pada kondisi psikologis anak-anak dan keluarga.
“Petugas mengecek kondisi warga, terutama kondisi psikologis anak-anak dan keluarga setelah dilaksanakannya operasi,” tambah Nasriadi.
Pendampingan serupa juga dilaksanakan di Kampung Boncos, Palmerah, di mana kegiatan ini dipimpin oleh Wakapolres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Rezi Dharmawan, bersama jajaran Polda Metro Jaya dan Polsek Palmerah.
Kegiatan yang berlangsung di Pos RW 03 tersebut dihadiri oleh Ketua RW 03 dan sekitar 50 warga setempat. Polisi mengadakan dialog serta sesi tanya jawab untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat terkait masalah narkoba dan kondisi lingkungan mereka.
“Pertemuan ini dilakukan melalui dialog dan tanya jawab untuk menampung aspirasi masyarakat serta membahas langkah-langkah bersama dalam mengatasi permasalahan lingkungan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba,” jelas Rezi.
Petugas juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Rezi menekankan bahwa masalah narkoba tidak dapat diatasi hanya dengan penegakan hukum. Dukungan terhadap keluarga serta perlindungan anak-anak dari dampak penyalahgunaan narkotik juga sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
“Komunikasi yang terbuka dan kerja sama antara Polri dan masyarakat sangat penting. Kita harus mengajak elemen warga untuk tidak memberikan ruang bagi penyalahgunaan ataupun peredaran narkoba, serta bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan nyaman,” tutup Rezi.
➡️ Baca Juga: Hadir dengan Dual Screen, LG Perkenalkan Konsep Laptop Gram 2025 di CES.
➡️ Baca Juga: Kok Bisa Bahan 200x Lebih Kuat dari Baja Padahal Setipis Rambut? Berikut Faktanya



