kpkgg
bola

Piala AFF 2026: Pengaturan Skor Mengguncang Sepakbola ASEAN, Pemain Timnas Laos Ditangkap

Sepakbola di Asia Tenggara kini terjebak dalam kontroversi serius mengenai dugaan pengaturan skor. Pemain sayap dari Timnas Laos, Soukphachan Lueanthala, dilaporkan ditangkap terkait dengan praktik manipulasi pertandingan dalam ajang Piala AFF 2026.

Menurut laporan yang diambil dari salah satu media terkemuka, Lueanthala diduga terlibat dalam skema pengaturan skor yang berkaitan dengan sindikat perjudian ilegal, yang diyakini beroperasi dari Vietnam.

Isu ini muncul setelah Federasi Sepak Bola Laos (Lao Football Federation/LFF) melaksanakan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan. Temuan awal dari federasi ini kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diteruskan dengan langkah hukum yang sesuai.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian Laos mengenai penangkapan Lueanthala. Status hukum pemain tersebut juga masih belum dijelaskan secara rinci. Hal ini berarti bahwa tuduhan yang dialamatkan kepadanya masih memerlukan bukti lebih lanjut melalui proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Dugaan pengaturan skor ini menjadi sorotan setelah Timnas Laos mengalami serangkaian hasil yang kurang menggembirakan di fase grup Piala AFF 2026.

Tim yang dikenal dengan nama Thim Xad ini merasakan pahitnya kekalahan dari semua empat lawan yang dihadapi, yakni Thailand dengan skor 0-5, Malaysia 0-4, Filipina 1-4, dan Myanmar 2-7.

Namun, hasil buruk tersebut tidak secara otomatis membuktikan adanya pengaturan skor. Dugaan pelanggaran yang sedang diselidiki harus dibuktikan melalui bukti-bukti yang valid dan hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.

LFF sebelumnya telah mengumumkan pembukaan penyelidikan internal pada 7 Agustus 2026. Kasus ini kemudian dialihkan kepada kepolisian setelah ditemukan indikasi adanya tindak pidana yang berkaitan dengan perjudian dan penyuapan.

Berdasarkan informasi yang beredar, Lueanthala diduga memiliki peran penting dalam koordinasi manipulasi pertandingan, termasuk menjadi penghubung antara pihak luar dan pemain. Meski demikian, semua tuduhan ini masih memerlukan pembuktian yang lebih mendalam.

Skandal ini mengingatkan publik pada kasus pengaturan skor yang pernah sebelumnya melibatkan sepak bola Laos.

Pada tahun 2020, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas seumur hidup kepada Thipphonexay Inthavongsa terkait dengan insiden pengaturan pertandingan melawan Hong Kong pada tahun 2017.

Isu kesejahteraan pemain juga kembali menjadi sorotan dalam konteks kerentanan terhadap praktik perjudian. Laporan menunjukkan bahwa pemain Timnas Laos pernah menerima uang saku sekitar USD 10 per hari saat menjalani tugas bersama tim nasional.

➡️ Baca Juga: Cewek Ini Foto Bareng Elkan Baggott di Pesawat, Bikin Netizen Iri dan Terpesona

➡️ Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Dapat Menempel di Makanan, Kenali Risiko dan Solusinya

Related Articles

Back to top button