depo qris slot qris
berita

Israel Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz untuk Mendukung AS dan Keamanan Regional

Israel berencana untuk mengerahkan angkatan lautnya ke Selat Hormuz sebagai bagian dari dukungan terhadap Amerika Serikat dalam upaya membuka kembali jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair yang berasal dari negara-negara Teluk Persia menuju pasar global.

Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dany Danon, menyatakan bahwa Tel Aviv tidak menutup kemungkinan untuk mengirimkan angkatan lautnya dalam rangka mendukung upaya AS untuk memulihkan akses ke Selat Hormuz.

Danon berharap negara-negara lain juga akan mengambil langkah serupa di saat situasi memerlukan, terutama di tengah operasi militer yang dilakukan bersama oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

“Saya tidak mengesampingkan opsi apa pun. Kami (Israel) menyadari pentingnya mendukung upaya Amerika dan ini harus menjadi kerja sama global,” ungkap Danon kepada wartawan, menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan pengiriman kapal perang Israel untuk mendukung AS.

Dia juga menegaskan bahwa masalah penghentian navigasi di Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada Israel dan AS. “Saya berharap negara-negara lain menyadari bahwa mereka tidak dapat bersembunyi dari tanggung jawab ini,” tambahnya.

Pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap beberapa target di Iran, termasuk di Teheran, yang mengakibatkan kerusakan signifikan dan menimbulkan korban sipil.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS yang terdapat di Timur Tengah.

Eskalasi konflik yang terjadi di sekitar Iran telah mengakibatkan terhentinya lalu lintas di Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang berdampak pada produksi dan ekspor minyak di kawasan tersebut.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menyerukan kepada negara-negara seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lainnya untuk turut mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dalam pidato pertamanya pada hari Kamis (12/3), menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup sebagai alat tekanan dalam konflik yang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.

➡️ Baca Juga: Prabowo Menekankan Pentingnya Pengusaha Batu Bara dan Sawit Utamakan Kepentingan Nasional

➡️ Baca Juga: Kenapa Google Pixel 8 Meski Pake Tensor G3 Tetap Jadi Pilihan Fotografi? Ini Alasan Sebenarnya

Related Articles

Back to top button