depo qris depo 10k
lifestyle

8 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan DHA, Hal yang Harus Diperhatikan Orang Tua

Memasuki rentang usia 7 hingga 12 tahun, anak-anak Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan dalam belajar. Selain harus mengikuti pelajaran di sekolah, mereka juga dituntut untuk dapat berkonsentrasi, mengingat informasi, dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas baik akademis maupun non-akademis.

Pada tahap perkembangan ini, pemenuhan kebutuhan nutrisi menjadi aspek krusial yang harus diperhatikan oleh orang tua. Asupan makanan yang seimbang sangat diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang anak, termasuk perkembangan fungsi otak yang optimal.

Namun, tantangan yang sering muncul adalah saat anak mulai mengembangkan preferensi terhadap makanan dan minuman tertentu. Mereka tidak selalu bersedia mencoba semua jenis makanan yang disediakan oleh orang tua, termasuk susu dengan rasa yang kurang familiar bagi mereka.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada pada tahun 2015 di Purbalingga menunjukkan bahwa banyak anak di sekolah dasar dan menengah yang menolak susu plain. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 53 persen siswa SD dan 39,5 persen siswa SMP menolak untuk mengonsumsinya.

Di sisi lain, studi dari Universitas Negeri Surabaya pada tahun 2016 menemukan bahwa rasa cokelat menjadi pilihan favorit di antara siswa sekolah dasar, dengan persentase mencapai 52,7 persen. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak cenderung lebih menyukai varian rasa yang lebih manis.

Preferensi rasa yang kuat ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Di satu sisi, anak-anak lebih tertarik pada makanan atau minuman yang sesuai dengan selera mereka, sementara di sisi lain, orang tua tetap harus memastikan bahwa kebutuhan nutrisi harian mereka tetap terpenuhi.

DHA dan Perannya bagi Perkembangan Otak

Salah satu nutrisi yang penting untuk diperhatikan dalam perkembangan anak adalah Docosahexaenoic Acid (DHA), yang merupakan salah satu jenis asam lemak omega-3 yang terkandung dalam jaringan otak dan retina.

DHA berperan penting dalam struktur dan fungsi sel, termasuk yang ada di jaringan otak. Oleh karena itu, memastikan kecukupan asupan DHA merupakan bagian penting dari pola makan yang harus diperhatikan selama masa pertumbuhan anak.

Namun, pemenuhan asupan asam lemak omega-3 pada anak-anak di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition pada tahun 2016 mengungkapkan bahwa 8 dari 10 anak Indonesia berusia 4 hingga 12 tahun memiliki asupan EPA dan DHA yang berada di bawah standar minimum yang direkomendasikan oleh FAO/WHO.

Kondisi ini menyoroti pentingnya bagi orang tua untuk memperhatikan variasi dalam makanan anak, termasuk sumber lemak sehat yang mengandung omega-3. Nutrisi yang dibutuhkan sebaiknya dipenuhi melalui pola makan yang bergizi seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.

➡️ Baca Juga: Dampak Konsumsi Chia Seed Setiap Hari Terhadap Kesehatan Tubuh Anda

➡️ Baca Juga: SafetyNet ketauan root gak cuma dari bootloader unlock lagi

Related Articles

Back to top button