depo qris depo 10k
lifestyle

Dikta Menolak Pernikahan Besar-Besaran, Ini Alasan Utama di Baliknya

Jakarta – Bagi banyak orang, pernikahan sering kali dianggap sebagai momen sekali seumur hidup yang layak dirayakan dengan meriah. Namun, pandangan tersebut tidak sejalan dengan sikap Pradikta Wicaksono, lebih dikenal dengan nama Dikta.

Sejak beberapa tahun lalu, musisi ini telah mengembangkan pemikiran yang berbeda mengenai konsep pernikahan.

Dikta pernah menyatakan bahwa ia tidak merasa perlu mengadakan pesta megah saat menikah. Pernyataan ini kembali menjadi fokus perhatian publik setelah ia resmi menikah dengan Rachel Florencia melalui sebuah akad yang berlangsung secara tertutup pada 16 Agustus 2026.

Dikta Menganggap Pernikahan Tak Perlu Dibuat Megah

Keinginan Dikta mengenai pernikahan sebenarnya sudah ia ungkapkan jauh sebelum kabar pernikahannya muncul ke publik. Pada tahun 2024, ia membahas pandangannya tersebut di kanal YouTube Taulany TV.

Ketika ditanya tentang pernikahan impiannya, Dikta tidak menggambarkan pesta dengan kemewahan atau banyaknya tamu. Sebaliknya, ia lebih cenderung membayangkan prosesi yang sederhana.

“Saya kasih tahu semua ya, saya mau menikah tanpa pesta. Saya ingin nikah sederhana, hanya di KUA, salaman, sah, sah, sah,” ungkap Dikta pada Januari 2024.

Pernyataan ini menegaskan bahwa bagi Dikta, kesakralan dari akad pernikahan jauh lebih penting dibandingkan dengan kemeriahan sebuah acara. Ia bahkan menyebutkan keinginannya untuk menikah di KUA tanpa mengadakan perayaan besar.

Namun, itu tidak berarti ia menutup kemungkinan untuk menggelar perayaan setelah akad berlangsung. Jika ada acara setelah pernikahan, ia membayangkan merayakan dengan pesta kecil yang berlangsung secara sederhana.

“Partynya juga kecil saja. Di rumah saya nanti,” tambahnya.

Alasan di balik pilihan Dikta untuk konsep pernikahan ini ternyata bukan semata-mata karena ketidaktertarikannya pada kemewahan. Ia juga tidak menyukai suasana pesta pernikahan yang menurutnya terlalu padat oleh orang.

Dikta mengaku merasa kurang nyaman saat menghadiri acara pernikahan yang dipenuhi banyak tamu. Baginya, suasana seperti itu menjadikan sebuah pesta terlalu ramai dan kurang efisien.

“Saya tidak suka. Menurut saya, saya tidak suka datang ke nikah. Saya tidak suka menghadiri pesta pernikahan, karena bagi saya, suasananya crowded dan tidak efisien,” ujar Dikta.

➡️ Baca Juga: Manfaat Konsumsi Kacang-Kacangan Sebagai Sumber Energi Tambahan Saat Diet Berlangsung

➡️ Baca Juga: GP Australia Pole Position: Russell Optimistic Mercedes Will Recapture Dominance by 2026

Related Articles

Back to top button