depo qris depo 10k
bisnis

IHSG Menguat di Tengah Anjloknya Bursa Asia dan Wall Street Akibat Lonjakan Harga Minyak

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan penguatan sebesar 10 poin atau 0,15 persen, mencapai level 6.544 pada sesi perdagangan yang dimulai pada Selasa, 15 September 2026.

Fanny Suherman, yang menjabat sebagai Kepala Analis Riset Ritel, memproyeksikan bahwa IHSG berpotensi mengalami rebound dalam perdagangan hari ini.

“IHSG memiliki peluang untuk rebound jika mampu menembus level resistance di angka 6.550. Namun, jika gagal, IHSG mungkin akan kembali mengalami koreksi menjelang pengumuman dari The Fed,” ungkap Fanny dalam laporan risetnya pada Selasa, 15 September 2026.

Sementara itu, bursa saham di Asia menunjukkan tren melemah pada sesi perdagangan kemarin, dipicu oleh melonjaknya harga minyak mentah yang menimbulkan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan. Selain itu, para investor tengah bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga dari The Fed dan Bank of Japan (BOJ) yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.

Harga minyak Brent mengalami lonjakan sekitar 3 persen, bertahan di atas level US$100 per barel. Peningkatan ini terjadi setelah serangkaian serangan yang menargetkan Arab Saudi dan kapal-kapal di kawasan Teluk, yang semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan energi global.

Serangan yang menyasar jaringan pipa minyak di Arab Saudi serta tindakan kelompok Houthi di Yaman menambah risiko terganggunya distribusi minyak, di tengah konflik yang masih berlanjut di kawasan tersebut.

Di sisi lain, pertemuan yang dijadwalkan berlangsung di Oman antara Iran dan negara-negara Teluk untuk membahas kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz terpaksa ditunda.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) telah menaikkan suku bunga pada pekan lalu. Para pelaku pasar kini juga memfokuskan perhatian pada keputusan yang akan diambil oleh The Fed pada hari Rabu serta BOJ pada hari Jumat. Di sisi lain, Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada hari Kamis mendatang.

“Level support IHSG berada di rentang 6.450 hingga 6.500, sementara level resistance IHSG terletak di antara 6.550 hingga 6.600,” jelasnya.

Sebagai informasi tambahan, indeks-indeks utama di Wall Street ditutup dengan penurunan pada hari Senin kemarin, terutama dipengaruhi oleh kerugian yang dialami oleh Nvidia. Hal ini diiringi dengan kekhawatiran dari para produsen chip lainnya terkait keselamatan dan seruan untuk memperlambat pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,48 persen, sementara Nasdaq tercatat turun 0,56 persen, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,29 persen. Selain itu, yield obligasi Treasury 10 tahun sempat melampaui angka 5 persen, untuk pertama kalinya sejak tahun 2023, menjelang pertemuan The Fed yang diperkirakan akan memberikan sinyal kenaikan suku bunga.

➡️ Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Menang Telak 7-0 atas Brunei di ASEAN Futsal Championship 2026

➡️ Baca Juga: Putri Anne Ingatkan Netizen untuk Tidak Campur Urusan Agama dan Perceraiannya

Related Articles

Back to top button