depo qris depo 10k
berita

Warga Sekitar Gunung Anak Krakatau Diminta Tetap Waspada Meski Aktivitas Vulkanik Menurun

— Paragraf 1 —

Jakarta, VIVA – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengimbau masyarakat yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau agar tetap waspada dan tidak terpancing dengan informasi-informasi tak terverifikasi di media sosial.

— Paragraf 2 —

Imbauan tersebut disampaikan Bakom kepada masyarakat yang berada di kawasan Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, dengan jarak sekitar 20 kilometer dari Anak Krakatau.

— Paragraf 3 —

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhamad Hidayat mengatakan, masyarakat khususnya di Pulau Sebesi tetap harus waspada meskipun telah aktivitas telah kembali normal setelah erupsi Anak Krakatau pada 4 September lalu.

— Paragraf 4 —

“Pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB saya berada di Pulau Sebesi melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Canti. Tepat di samping kami adalah lokasi Gunung Anak Krakatau,” ujar Hidayat, Selasa, 8 September 2026.

— Paragraf 5 —

Ia mengatakan, tim juga sebelumnya melakukan pemantauan pada Senin malam dari Pulau Sebesi untuk melihat langsung perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau.

— Paragraf 6 —

“Di mana pulau ini merupakan pulau yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau, sekitar kurang lebih 20 kilometer,” katanya.

— Paragraf 7 —

Menurut Hidayat, berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas penyeberangan masyarakat lokal tetap berlangsung normal. Warga masih melakukan perjalanan dari Pulau Sebesi menuju Pelabuhan Canti maupun sebaliknya.

— Paragraf 8 —

“Saat ini bisa dilihat aktivitas penyeberangan masyarakat lokal tetap berjalan normal,” ujarnya.

— Paragraf 9 —

Meski begitu, ia tetap mengimbau masyarakat setempat untuk tetap berwaspada, termasuk penggunaan masker bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. “Tetap menjaga kewaspadaan, itu tetap diimbau oleh pemerintah desa dan daerah,” kata Hidayat.

— Paragraf 10 —

Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.

— Paragraf 11 —

“Hindari berita-berita hoaks atau disinformasi. Cek kembali informasi di kanal-kanal resmi pemerintah seperti Badan Geologi, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

— Paragraf 12 —

Menurut Hidayat, informasi yang bersumber dari lembaga resmi harus menjadi rujukan masyarakat agar tidak muncul kepanikan akibat kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hidayat berharap kondisi Gunung Anak Krakatau terus membaik dan masyarakat tetap terlindungi.

➡️ Baca Juga: Sering Tidur Lama? Identifikasi 8 Masalah Kesehatan yang Mungkin Menghantuimu

➡️ Baca Juga: Bank Buka Kapan Setelah Lebaran 2026? Simak Jadwal Lengkapnya

Related Articles

Back to top button